Lala dan Poo

Salam pembaca koran Engino & Enginy,
Siang-siang gini enaknya ngapain ea? Hmm...
Bingung ea? mending baca cerpen yang satu ini.
cerpen kiriman oleh Mbak Nurul Ifaizah (selamat ea mbak ) pelayan
buat yang laen, yuk kirim karya mu ke : himatknuklir@gmail.com
yuk cekidot dibaca ok




Bukan Teletubbies
Oleh Nurul Ifaizah



Suatu malam, Lala meminta tolong kepada Poo.

“Poo...boleh minta tolong g?”Tanya Lala.
“Apa La..?”
“anterin aku beli tiket ke bandara” Jawab Lala.
“Sukkoy aja baru ditemukan bangkainya kemarin, kamu ga parno naik pesawat?” Gurau Poo.
“Yeah....aku mau beli tiket bus, tapi di dekat bandara tempatnya.” Tukas Lala.
“Okey2, hehe....lets go ....ambil helm!”

Mereka pergi mlam itu juga naik skuter matic. Si Poo punya sedikit kelainan mata, rabun jauh. Jadi kalau malam hari jarak pandangnya terbatas. Apalagi kalau belum tahu tepat posisi tempat yang dituju, sering bablas.

Sesampainya di pertigaan bandara, Poo belok kanan masuk ke kawasan bandara.
“La, tempatnya mana? Kok aku ga lihat plang ataupun baliho yang kamu tuju....”(Pdahal Poo memang tak dapat membaca huruf2 di sekitarnya karena rabun).
“Aku juga ga tau Poo, temenku bilang di daerah bandara” Jawab Lala dengan tampang tak berdosa.
“Ya udah kita tanya tukang sate di sana aja ya..” Lala menyarankan.
Saat bertanya, si tukang sate menjawab dengan bahasa Madura , Lala dan Poo hanya melongo, hanya mengingat kalimat yang bisa dicerna. Ya, “kanan jalan”. Mereka akhirnya putar balik dan belok kanan, memperhatikan ruko di kanan jalan.
“Mana La, aku g lihat giro bus yang kamu cari...” Tanya Poo sedikit terbawa emosi.
“Iya e Poo, ga ada... Ehhhhh itu di kiri jalan......”
“Mana?”
“Udah lewat Poo...di belakang tadi.”
“Ya udah, kita putar balik lagi. Tapi musti lewat bandara lagi....aku g mau ketemu tukang sate tadi. Nanya baik2 malah dikibulin”,gerutu Poo.

Saat putar balik mereka terjebak lampu merah. Semabari menunggu, Poo tiba2 tersadar,”Eh, tukang sate tadi bener, tadi kan dia hadap barat, jadi posisinya kanan jalan. Kita hadap timur, berarti buat kita kiri jalan.”
“Heheh...iya ya..telat” jawab Lala.
Saat belok kanan, Poo ragu2 untuk segera belok kiri, karena posisi biro bus tepat di pertigaan lampu merah. Dan,
“Tin...Tin.......”Sebuah truck puso menyalakan klaksonnya karena Poo berhenti di tengah jalan saat lampu hijau.

Keringat dingin bercucuran di tubuh Poo. Dan sudah pasrah saja isinya. Untung saja truknya mau berhenti mengalah. Poo membiarkan truk di belakangnya lewat dahulu, alasan sebenarnya berdiam sejenak karena masih gemetar.
“Lain kali hati2 ya....” nasehat dari sopir truk.
“Iya pak...maaf....(wah untung g ngomel2 bapaknya, baik banget...hehehe: dalam hati Poo)”

Akhirnya mereka berhasil menuju biro bus. Saat memarkiekan skuternya, Lala bertanya, “Poo, tkok ada rame2, banyak bapak2 di pinggir jalan ada apa ya?”
“Lala....itu tadi gara2 kita, hampir disruduk truk....”jawab Poo agak jengkel.
“Owalah...untung kita msih hidup ya....alhamdulillah...”kata Lala.


Based on True story(dg sedikit gubahan), Lets take the best lesson!

Komentar

Posting Komentar

Kabar Populer

Mengapa Suara Manusia Berbeda-beda?

HUKUM GOSIP, GHIBAH, FITNAH, INFOTAINMENT

KOTA TERBERSIH SEDUNIA