Setiap hari kita dikelilingi radiasi

Kegiatan Nuclear Goes To School yang dilakukan Pusat Diseminasi Iptek Nuklir BATAN adalah kegiatan sosialisasi pemanfaatan iptek nuklir melalui kegiatan kelas di sekolah. Kegiatan ini dilakukan dibeberapa kota seperti, Jepara, Banten, Jember, Pangkal Pinang, Bandung.
Bagi Indonesia, sejak lama iptek nuklir telah dikembangkan seperti di bidang pertanian/peternakan, kesehatan, industri, dan sumberdaya alam dan lingkungan. Dalam rangka membantu program nasional untuk mengatasi krisis energi yang terjadi, litbang iptek nuklirpun diharapkan mampu menyelesaikan permasalahan bidang energi ini.
Kesan angker yang melekat pada nuklir ini harus terhapus dengan pemahaman yang benar. Nuklir bukan lagi senjata atau bom yang memusnahkan. Saat ini seluruh negara di dunia harus mencegah penggunaan nuklir untuk senjata.
Menurut Adipurwa Muslich dari Pusat Diseminasi Iptek Nuklir BATAN, dalam keterangannya di hadapan sekitar 160 siswa SMA Negeri 1 Bandung, “Janganlah kita terus tenggelam dalam ketakutan, karenanya penguasaan teknologi mutlak diperlukan, apalagi generasi muda seperti kalian”. Selanjutnya Adipurwa mengatakan bahwa ketakutan masyarakat terhadap nuklir ataupun radiasi lebih disebabkan pada sejarah dan trauma masa lalu. Ketika itu Amerika menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki dengan bom atomnya. Selain itu juga disebabkan kurangnya pemahaman masyarakat terhadap iptek nuklir. “Setiap hari kita dikelilingi radiasi dan tubuh kitapun memancarkan radiasi. Bayangkan 81 persen kita menerima radiasi dari alam, sedangkan sisanya adalah radiasi buatan”, demikian lanjut Adipurwa.
Sementara itu Eka Jatmika, alumni SMA Negeri 4 Bandung yang saat ini bekerja di Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi BATAN, dalam keterangannya mengatakan bahwa dirinya pernah melakukan pengukuran radiasi dengan menumpang pesawat dari Jakarta ke Jogja, didapat hasil 100 Msv/jam (microsievert per jam). Dibanding pengukuran di ruang kelas SMAN 4 Bandung yang hanya 0,25 msv/jam. Jadi menurut Eka, orang yang sering bepergian dengan pesawat akan menerima radiasi lebih tinggi.
Menjawab pertanyaan siswa SMA Negeri 4 apakah air reaktor bisa diminum, Eka menjelaskan bahwa air reaktor sesungguhnya adalah air yang sangat bersih, namun digunakan untuk mendinginkan reaksi nuklir yang terjadi didalam kolam reaktor, sehingga air tersebut tidak bisa diminum.
Rachman Sofyan dari Pusat Pengembangan Informatika Nuklir BATAN menjelaskan bahwa para siswa harus bisa menelusuri dan mencari sumber informasi secara tepat dan benar, agar tidak terjadi penyesatan informasi. Dikatakan Rachman bahwa dengan pesat perkembangan teknologi digital dan internet, saat ini siapapun dengan mudah bisa memperoleh informasi, namun harus jelas sumberya. Misalnya, lanjut Rachman lagi, untuk mencari informasi tentang nuklir sebaiknya mengacu pada web-web yang terpercaya seperti www.iaea.orgwww.batan.go.id,  www.infonuklir.comwww.world-nuclear.org
Kegiatan sosialisasi iptek nuklir untuk kalangan pelajar SMA ini diberi tema Nuclear Goes To School, dilaksanakan di kota Bandung, Jawa Barat. Berlangsung dari tanggal 14-16 Mei 2012. Lima sekolah yang menerima kegiatan ini adalah SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMA Negeri 4, dan SMA Negeri 5. Dari kegiatan ini diharapkan dapat mendorong motivasi generasi muda untuk ikut mempelajari dan nantinya mampu mengembangkan iptek nuklir bagi kemajuan bangsa di masa mendatang. (biw)

artikel from : www.batan.go.id

Komentar

Kabar Populer

Mengapa Suara Manusia Berbeda-beda?

HUKUM GOSIP, GHIBAH, FITNAH, INFOTAINMENT

KOTA TERBERSIH SEDUNIA