5 Juni Kemenag Gelar Sidang Isbat Tentukan 1 Ramadhan

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama Ketua Umum MUI Din Syamsuddin saat menyampaikan awal puasa, di Gedung Kementerian Agama, Selasa (16/6/2015).(Foto oleh Indra Akuntono/KOMPAS.com)
Bulan Ramadhan akan segera tiba. Datangnya bulan penuh rahmat dan ampunan ini menandai waktunya menjalankan ibadah puasa bagi umat Islam di seluruh dunia, tak terkecuali di Indonesia.
Namun, penentuan awal Ramadhan memasuki bulan puasa tentu harus dilakukan melalui perhitungan atau hisab.

Di Indonesia, seperti lazimnya, Kementerian Agama bersama organisasi keagamaan dan para ulama serta ahli falak juga akan menggelar sidang isbat untuk menentukan awal Ramadhan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, untuk menentukan awal Ramadhan, pihaknya akan mengundang para ulama, para ahli, dan para pakar di bidang ilmu falak.

"Kita akan undang para ulama, ahli falak, dan sebagainya itu pada tanggal 5 Juni. Nanti, sore dan setelah maghrib kita akan mengadakan sidang isbat untuk menentukan apakah pada saat itu sudah masuk 1 Ramadhan atau belum, hilal terlihat atau tidak," ujar Lukman kepada wartawan di Maluku Tengah, Rabu (25/5/2016).

Dia mengatakan, jika saat itu petugas di beberapa titik pemantauan ada yang melihat hilal, sidang isbat akan memutuskan 1 Ramadhan saat itu juga. Namun, jika tidak ada yang melihat hilal, puasa akan digenapkan menjadi 30 hari.

"Kalau hilal terlihat, kita sudah masuk 1 Ramadhan untuk besoknya berpuasa. Namun, kalau tidak ada satu pun petugas yang melihat hilal, kita akan istikmal atau menggenapkan menjadi 30 hari," katanya.

Dia mengatakan, sidang isbat yang dihadiri para ulama dan juga ahli falak itu nantinya akan berlangsung secara tertutup.


Komentar

Kabar Populer

Mengapa Suara Manusia Berbeda-beda?

HUKUM GOSIP, GHIBAH, FITNAH, INFOTAINMENT

KOTA TERBERSIH SEDUNIA