"Karena Berbagi Adalah Bingkai Kehidupan” (Bagian 1)

"Dunia ini adalah sebuah tempat yang berbahaya untuk didiami; bukan karena orang-orangnya yang jahat, tetapi karena orang-orangnya yang tak peduli." (A. Einsten)

Pemas HIMA TKN 2016 - Setiap orang selalu berusaha untuk menjadi yang terdepan dan kadang tidak mempedulikan kehidupan sosial sesama di sekitar kita. Bentuk kepedulian terhadap sesama tidak harus selalu dalam bentuk materi.

HIMA TKN STTN-BATAN sebagai salah satu wadah pengembangan mahasiswa, menyediakan wadah untuk membangun kepedulian kita sebagai mahasiswa melalui program kerja pengabdian masyarakat 2016.

Dengan mengangkat tema “Karena Berbagi Adalah Bingkai Kehidupan”, program Pengabdian Masyarakat (Pemas) ini diadakan dalam bentuk rangkaian acara mulai bulan April 2016 - Desember 2016.

Bentuk kepedulian Pemas TKN terhadap masyarakat adalah dengan mengenalkan salah satu produk hasil iradiasi nuklir yaitu Padi Inpari Sidenuk kepada masyarakat dengan latar belakang petani. Selain itu, target Pemas TKN adalah desa-desa tertinggal yang membutuhkan uluran tangan. Dwi Hartanto, selaku ketua panitia PEMAS TKN 2016 berharap, “Dengan adanya acara ini, ilmu nuklir yang kita pelajari di kampus dapat diaplikasikan dan membantu membangun kesejahteraan masyarakat.”

Demi berjalannya acara Pemas TKN 2016 ini, panitia yang terbentuk langsung memulai acara survey ke desa-desa yang sesuai dengan target. Survey dilakukan melalui kerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Yogyakarta dan juga terjun langsung ke desa-desa. Dengan kerja keras selama beberapa minggu dan dengan beberapa pertimbangan, maka ditetapkan desa yang menjadi target Pemas TKN 2016 ini adalah Dukuh Salak Malang di Kulon Progo.

Survey tempat target Pemas TKN 2016 (Dok. Pemas HIMA TKN 2016)
Kata nuklir tentunya masih menakutkan bagi masyarakat desa pada umumnya. Oleh karena itu, salah satu tugas panitia demi terlaksananya program Pemas ini adalah melakukan sosialisasi mengenai nuklir dan padi Sidenuk. Sosialisasi dilakukan dengan makan bersama hasil padi Sidenuk antara warga dan pihak panitia.

Masyarakat di desa ini sangat menyambut baik program Pemas TKN yang ingin dilakukan di desa mereka. Oleh karena itu pada tanggal 28 Juli 2016, acara inti Pemas TKN 2016 mulai dilaksanakan panitia dengan pembagian bibit padi Inpari Sidenuk sebanyak 150 kg untuk ditanam pada lahan 6 hektar milik warga. Dalam acara ini juga diadakan sosialisasi mengenai nuklir oleh kepala jurusan TKN, Bapak Sugili Putra,ST,M.Sc.

Penyerahan bibit padi Sidenuk kepada warga Salak Malang (Dok. Pemas HIMA TKN 2016)
Ayoo… gabung bersama kami untuk mensukseskan Pemas TKN 2016. Sumbangkan barang layak pakai atau uang sebagai salah satu wujud kepedulianmu terhadap sesama. Hubungi Arif Budiman (082285459863)

(lanjut ke Bagian 2)

Komentar

Kabar Populer

Mengapa Suara Manusia Berbeda-beda?

HUKUM GOSIP, GHIBAH, FITNAH, INFOTAINMENT

KOTA TERBERSIH SEDUNIA